Memaknai hakikat kehidupan merupakan
suatu hal yang tidak mudah bagi setiap individu. Berbagai kepentingan dan
kebutuhan duniawi terkadang melalaikan kita dari memaknai hal-hal penting dalam
kehidupan ini. Dari kesenangan hingga kesedihan bukan lagi menjadi sesuatu yang
baru bagi manusia, namun selalu menyita perhatian seseorang dan membuatnya
larut didalamnya tanpa meningalkan makna bagi dirinya. Padahal, dalam kehidupan
ini sejatinya tidak ada yang terjadi begitu saja tanpa adanya suatu maksud.
Apalagi jika dianggap apa yang terjadi sebagai sekedar kebetulan. Benarkah apa
yang terjadi dalam kehidupan ini adalah suatu kebetulan belaka? Namun, jika
kita sekilas menggunakan nalar dan logika kita, andaikata kita punya kesempatan
kembali ke masa lalu dan merubah sesuatu hal, hal yang sangat kecil sekalipun
apakah hal itu tidak akan memberikan perubahan bagi masa depan? Apakah
perubahan yang kita lakukan tersebut akan merubah alur cerita kehidupan yang
sudah terjadi sebelumnya? Misalkan saja, kita suatu waktu terlambat pergi ke
kantor atau ke sekolah karena bangun kesiangan. Akhirnya semenit sebelum kita
sampai di stasiun, kereta sudah berangkat. Ketika kita berkesempatan kembali ke
masa itu, kita mencoba untuk bangun tepat waktu dan olehkarenanya kita bisa
berangkat lebih awal. Kemudian tidak tertinggal kereta. Artinya disana kita
merubah waktu bangun kita, hal itu mempengaruhi hal-hal yang terjadi
selanjutnya, dan terus berpengaruh pada hal lainnya. Tapi ternyata ketika kita
tidak terlambat dan tidak tertinggal kereta, kereta sepuluh menit kemudian
justru mengalami kecelakaan. Setelah terjadi seperti itu, kita barulah bisa
menyadari bahwa bahkan untuk sesuatu hal yang mungkin sangat sepele dan
menyebalkan seperti terlambat bangun pada cerita diatas, sebenarnya ada maksud
tersendiri maksud yang mungkin tersembunyi dan hanya bisa disadari atau
dimaknai oleh orang-orang yang memang punya keyakinan bahwa dalam kehidupan ini
sebenarnya kita sedang melakoni skenario Tuhan.
Artinya segala sesuatu telah diatur olehNya. Tidak ada hal yang
kebetulan. Dan itu adalah bahasa hikmah yang tidak semua orang memahami, karena
hal tersebut merupakan perkara gaib bukan sesuatu yang bisa diamati atau
diteliti dengan ilmu yang pasti. Tentu saja dalam menjalani kehidupan ini,
jikalau kita bisa bayangkan sekian juta manusia hidup punya cerita
masing-masing, sebab masing-masing punya kebutuhan, selera, gaya hidup,
kekurangan dan kelebihan, status, peran, dan banyak aspek yang berbeda satu
dengan lainnya. Dimana semua hal tersebut setiap detik berinteraksi satu sama
lain, ada milyaran trilyunan hal yang mungkin terjadi dalam setiap detiknya,
artinya ada milyaran dan trilyunan kemungkinan hidup pula yang bisa menimpa
setiap individu. Coba bayangkan, bagaimana semua itu terjadi, padahal setiap individu
punya kesempatan dan kedudukan yang sama
dimata Tuhan. Tidak ada yang disepelekan oleh Tuhan. Setiap kebaikan atau
keburukan setiap individu diperhitungkan, lalu bagaimana itu semua terjadi?
Apakah kita hidup dalam sebuah spekulasi? Untung untungan belaka? Kalau memang
hidup itu untung-untungan dan tentunya jika berdasarkan pada fakta yang saya
gambarkan diatas memang terlihat untung-untungan, maka hal itu merupakan
sesuatu yang sangat tidak adil. Bisa-bisa ada oang yang nasibnya malang sepanjang
waktu atau mungkin juga ada yang hidupnya selalu untung. Apakah hidup seperti
itu? Sangat tidak adil tentunya. Oleh karenanya, pasti ada kekuatan yang
mengontrol segala hal yang terjadi tersebut. Dia adalah sang pengatur, sang
sutradara yang telah menentukan bagaimana alur kehidupan ini. Bisa kita
bayangkan bagaimana maha dahsyatnya kemampuan yang mengatur trilyunan peristiwa
itu, betapa telitinya.. Allahu Akbar... dialah Allah the Planner... The
creator.
Ditulis oleh : Unknown
Sunday, 23 August 2015
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt [ Read More... ]