Ditulis oleh :


Bismillahirrohmanirrokhim...
Dalam sebuah proses pembentukan individu yang berkarakter islami, atau sebuah proses perjalanan keimanan dan hijrah seorang hamba mengenali tuhannya, ada hal yang perlu untuk dipahami  agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik. Hal tersebuat adalah apa yang menjadikan seseorang mengambil suatu jalan atau sikap dalam kehidupannya. Seseorang bertindak adalah menurut pemahamannya, dimana pemahamannya tersebut merupakan hasil dari pola fikir yang tertanam atau terbentuk dalam dirinya. Mengapa pola fikir menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dalam membentuk karakter yang baik? Sebab pola fikir yang terbentuk akan menentukan apakah dia akan selamat atau sebaliknya akan celaka. Apa yang dilakukan seseorang sejatinya menggambarkan bagaimana cara berpikirnya dan apa yang menancap didalam hatinya. Teko berisi kopi tentunya ketika dituangkan maka akan mengeluarkan kopi juga. Sesuatu yang menggerakan alam bawah sadar seseorang adalah sesuatu yang sudah tertancap kuat didalam fikirannya dan pemahaman didalam hatinya, sehingga apa yang diperbuatnya bahkan menjadi sesuatu yang bersifat spontanitas.  Spontanitas yang dimaksud adalah akumulasi dari segala tindakan yang akhirnya membentuk karakter seseorang. Seseorang yang sekali dua kali berbohong misalnya, ketika hal itu menjadi suatu kebiasaan maka jika awalnya ragu untuk melakukannya kian lama tanpa disadari dia berbohong setiap saat, hal ini jika berlangsung terus menerus maka akan menjadikanya individu yang pembohong. Adapun tindakannya ketika berbohong merupakan kegagalan caranya dalam berfikir soal kejujuran atau bahkan soal kebohongan itu sendiri. Misalkan, seseorang berbohong karena dia berfikir bahwa tidak ada yang tahu bahwa tindakannya itu adalah suatu kebohongan, sehingga dia pun tidak perlu merasa takut melakukannya. Artinya dia sesungguhnya sudah salah memahami bahwa tidak ada yang luput dari pengelihatan dan pengawasan Allah. Atau bisa jadi dia tahu bahwa Allah itu maha melihat, namun dia mengira dan tidak meyakini bahwa sesungguhnya suatu saat dia akan menghadap tuhannya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Dia meragukan hari pembalasan. Sehingga yang terjadi adalah tindakan berbohong tersebut.
Cara berfikir seseorang dapat menyelamatkannya dan dapat pula menyesatkannya. Cara berfikir yang dapat mengantarkan seseorang menuju keselamatan adalah cara berfikir yang cemerlang. Bagaimanakah cara berfikir yang cemerlang? Secara garis besar cara berfikir seseorang dapat dikelompokan kedalam tiga golongan. Yang pertama adalah berfikir dangkal. Yaitu ketika seseorang menilai sesuatu hanya melihat dari kulit luarnya saja, kemudian menerimanya dan mengikutinya tanpa terlebih dahulu menganalisa kebenarannya. Dengan perkataan lain, akalnya tidak digunakan untuk menganalisa kebenarannya. Dia tidak berfikir apakah yang dilakukannya tersebut benar atau salah, yang dilakukannya adalah menuruti hawa nafsunya. Karena ingin melakukannya, karena suka, karena ikut-ikutan dan lain sebagainya. Cara berfikir yang kedua adalah cara berfikir mendalam. Pada tahap ini seseorang sudah menganalisa tentang fenomena yang dialaminya atau dihadapinya, sehingga dia berusaha mencari tahu, meneliti, dan membuktikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengakui, menerima, atau mengikuti suatu hal. Berfikir mendalam adalah sebagaimana yang dilakukan oleh para ilmuan semacam Albert Enstein dan kawan-kawannya. Mereka dapat membuktikan secara ilmiah apa yang ditelitinya. Namun sayangnya, berpikir mendalam ini belumlah dikatakan sempurna atau cemerlang. Sebab membuktikan sebatas keduniawian itu masih teramat sempit untuk memahami dan menemukan hakikat kebenaran sesungguhnya. Ketika penemuan-penemuan seseorang tidak dapat mengantarkannya pada sebuah pertanyaan “siapa dibalik semua ini?” maka ini bukanlah pemikiran yang cemerlang. Pemikiran cemerlang adalah suatu cara berfikir dimana pemikiran tersebut dilakukan secara menyeluruh, dan mampu mengkaitkan antara kehidupan sebelum dunia ini ada, kehidupan dunia, dan kehidupan sesudah dunia atau kehidupan akhirat. Sebagai contoh ketika seseorang mengagumi sebuah lukisan yang indah dia mengamati bagaimana lukisan ini bisa dibuat, dari bahan apa misalnya, dari mana inspirasinya, dan semestinya dia mempertanyakan siapa sih yang membuat lukisan ini? Alangkah hebatnya yang membuat lukisan ini, yang bisa menghadirkan keindahan dan ketakjuban mata yang melihat lukisan tersebut. Cara berfikir seperti inilah yang disebut dengan pemikiran yang cemerlang. Contoh lainnya misalnya setelah dia takjub bahwa mata itu adalah suatu organ tubuh manusia yang sangat hebat, amat canggih, bagaimana dia memproses apa yang ditangkap oleh lensa mata tersebut, bagaimana mata tersebut bekerja, dan para penemu-penemu telah dapat melihat keajaiban ini, namun baimana bisa mereka gagal menemukan tuhan? Pasti ada yang salah. Dan inilah pemikiran mendalam saja, bukan cemerlang. Pemikiran cemerlang slalu mengaitkan segala sesuatu yang terjadi dlam kehidupan ini dengan sang khaliq atau pencipta. Sebab segaa sesuatu msti ada yang membuatnya, ada yang menciptakan dan menjadikannya ada. Siapa lagi puncak atau sumber dari segala hal itu berasal jikalau bukan dari zat yang memiliki kekuasaan tertinggi, terhebat, jikalau bukan kekuasaan Tuhan.
Islam dibangun diatas pondasi berupa akidah,  dalam merubah perilaku atau membentuk karakter seseorang akidah sangat penting untuk dikuatkan. Laksana sbuah pondasi dalam sebuah bangunan, jika ia semakin kuat maka bangunan diatasnya akan menancap kuat dan tidak mudah goyah bahkan ketika diterpa berbagai cobaan. Begitu pula halnya dengan peran akidah dalam keislaman seorang muslim ataupun bagi manusia siapapun yang hendak menemukan suatu kebenaran hakiki.  Melalui cara berpikir yang cemerlang ini sesungguhnya merupakan suatu langkah untuk dapat memunculkan akidah islam. Lalu bagaimana cara menemukan akidah melalui cara berpikir cemerlang? Secara garis besar problematika dalam kehidupan ini terbagi atas dua permasalahan, yakni permasalahan pokok/utama dan permasalahan cabang atau turunan. Permasalahan cabang adalah turunan dari permasalahan pokok, yang dengan perkataan lain apabila seseorang dapat mengatasi permasalahan pokok atau utama maka bsa dipastikan bahwa permasalahan cabang bukanlah kendala berarti untuk dipecahkan. Ibarat dalam suatu permainan catur jika berhasil mengalahkan sang raja (skakmat) maka anak buah lainnya dalam genggaman dan sudah tidak ada artinya lagi. Lalu apa saja permasalahan pokok dalam kehidupan ini? Permasalahan tersebut dirumuskan dalam tiga pertanyaan besar yang apabila seseorang telah mampu menjawabnya dengan baik maka bisa dikatakan bahwa ia telah menemukan jalan keimanan. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah (1) dari mana ia berasal? (2) untuk apa hidupnya di dunia? Dan (3) kemana dia setelah mati?. Inilah diantara permasalahan yang harus bisa dipecahkan setiap manusia yang ingin menemukan kebenaran. Lalu bagaimanakah jawaban yang benar? Insyaallah akan disambung pada kesempatan selanjutnya...

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator