subhanallah, betapa beratnya perjuangan
melawan hawa nafsu itu kawan.. sungguh saya merasakan sendiri jatuh bangun
keimanan yang ada dalam hati saya. Saya cuma manusia biasa.. begitulah kalimat
yang sering terlontar dari mulut kita jikalau mengingat rekam jejak perjalanan
kita yang tidak jarang didominasi oleh kemaksiatan. namun demikian, kalimat ini
kiranya memang sangat tepat untuk menggambarkan pula apa yang sedang saya
alami. ketika kita bisa melakukan kebaikan, itu adalah sebuah karunia dan
nikmat yang sungguh besar yang Allah swt berikan kepada kita. dan seringnya
kita melalaikan diri dari mensyukurinya. sebab saya sendiri teringat manakala saya
sedang dikuasai oleh hawa nafsu saya dan lalu saya jadi begitu sulit dan merasa
berat ketika melakukan kebaikan yang sebenarnya adalah hal yang ringan jikalau
kita melakukannya ketika kita dalam keadaan meninggi ghirah islam kita. ketika
semangat islam kita sedang melesat naik, betapapun beratnya suatu amal
kebaikan, niscaya kita akan melakukan apapun demi tercapai misi kita tersebut.
namun sebaliknya, ketika kita sedang merasa galau dan resah akan permasalahan
duniawi, sedang hati lalai dari mengingati Allah, sungguh menderita rasanya
menjalani hari-hari. hati kita itu ibarat sebuah kaca mobil. kalau kaca mobil
itu kotor, berdebu, sehingga menghalangi pandangan kita, tentu yang akan kita
rasakan adalah perasaan khawatir, waswas, gelisah, meskipun jalan didepan telah
terbentang luas dan begitu benar sekalipun. jujur, saya sering sekali merasa
sedih dan tidak bersemangat menjalani kehidupan ini. khususnya ketika saya
tidak berdaya melawan hawa nafsu saya sendiri dan akhirnya terjatuh dalam kubah
kemaksiatan. ketika keimanan kita dikalahkan oleh hawa nafsu kita, sehingga
kita diperbudak olehnya, saat itulah kita pantas merasakan kesedihan yang
mendalam. lalu, apakah jalan keluar yang mesti kita tempuh? alhamdulillah,
ketika keimanan saya sedang melesat tinggi, disaat saya dekat dengan al quran
dan merasakan ketenangan yang luar biasa, seketika saya berikrar bahwa jikalau
suatu hari diriku berada dalam kesedihan, sungguh.. datanglah kepada al-quran
maka akan kau dapati obat penawar bagi rasa sedihmu itu. sehingga, ketika saya
sedang kehilangan semangat hidup, maka itu pertanda bahwa hati saya ini
sebenarnya sedang merindukan al-quran. disisi lain, saya mungkin terlalu
disibukan engan kehidupan duniawi yang tiada beranfaat namun justeru membawa
keburukan untuk kita. satu contoh ketika dalam satu hari saya terlalu sibuk
dengan handphone saya, saya sibuk buka facebook, tweeter, path, wechat,
whatsaap, alamakkk banyak sekali yaa.. nah ketika itu terlalu over dosis.. maka
seketika hati saya merasa sedih yang saya sendiri tidak tau apa gerangan
sebabnya. tetapi.. bahkan ketika kita sudah membaca al-quran namun hati kita
tidak tuluh dan diniatkan untuk mendapatkan obat kesedihan dari al-quran pun
dalam artian kita membaca al-quran tidak dihayati dengan benar dengan hati yang
khusuk, maka ternyata kita pun tidak akan mendapatkan ketenangan itu juga.
kesimpulannya, hati kita memang begitu lembut, begitu sensitif, oleh karenanyalah
iman kita pun bahkan terus mengalami fluktuasi, naik dan turuuunn... kadang bak
malaikat, kadang lebih rendah dari syaitan. jadi sudah semestinya kita merawat
hati kita itu dengan sebaik-baiknya. agar dia selalu terawat, bersih lagi
jernih, dengan demikian kitapun bersemangat menjalani kehidupan ini, dengan
demikian kitapun dijauhkan dari kesedihan dan kegelisahan hidup. insyaAllah..
so,, teruusss teruusss terusslah berjuang untuk memerngi hawanafsu sekotor
apapun kita oleh dosa-dosa kita, mudah-mudahan Allah mengakhirkan kehidupan
kita disaat kita berjuang dan menang dalam melawan hawa nafsu kita. aamiinn
Ditulis oleh : Unknown
Saturday, 19 July 2014
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt [ Read More... ]