diketik pada: 07 februari 2013
Saya tidak terlahir dari kalangan
keluarga yang memiliki pengetahuan agama yang tinggi, dalam artian kedua
orangtusaya hanyalah seorang musilm biasa. Tidak seperti ikhwan ataupun
akhwat. Bahkan bapak saya adalah seorang mualaf. Namun yang sangat saya syukuri
saya terlahir sebagai seorang muslim dimana keluarga saya sangat menekankan
dalam hal shalat 5 waktu. Keluarga kami juga sangat welcome, terbuka pada hal
hal yang bersifat keislaman, seperti ibu dan bapak saya yang sangat interest
untuk menghadiri acara pengajian, ataupun sekedar menonton acara rohani di
televisi. Walaupun memang pengetahuan kami tentang agama masih terbilang belum
terlalu mendalam. Yang terpenting bagi ibu dan bapak saya dalam mendidik kami
adalah masalah shalat, bisa baca al quran, puasa di bulan romadhon itu sudah
cukup. Sehingga sebatas itulah saya memahami agama islam. Saya tidak memahami
betapa islam itu sangatlah luas dan begitu indah. Selama ini kedua orangtua saya
tidak pernah memaksa saya untuk memakai jilbab, karena memang berdasarkan
pegetahuan kami yang minim soal agama jilbab bukanlah suatu kewajiban.
Disamping itu lingkungan kami selama ini juga banyak yang tidak mengenakan
jilbab. Sehingga selama ini sedari saya smp, saya memakai jilbab adalah bukan
karena ada motif menjalankan syariat agama, melainkan karena saya pengen aja
mengenakan jilbab.
Hingga pada suatu saat saya memasuki
bangku perkuliahan, entah bagaimana saya sendiri juga tidak menyadari, saya
tercebur dalam pergaulan islami, berteman dengan kawan-kawan yang memiliki
pengetahuan agama yang mendalam, memiliki idealisme untuk terjun di dunia
dakwah. Pada saat itu saya masih tidak menyadari. Namun perlahan , banyak hal
tentang islam terbuka di depan mata saya.. saya mulai tertarik dengan keislaman
saya, tertarik untuk lebih banyak mengetahui segala hal yang berkaitan dengan
islam.. jadi selama 20 th ini saya tidak pernah mengenal baik agama saya sendiri
yah, heheh
Ini tentu kehendak Allah.
Sebenarnya semua yang barusan saya tulis
diatas bukanlah inti dari apa yang ingin saya sampaikan. Seperti judul tulisan
ini ukhuwah islamiyah, saya ingin memaparkan sebuah sesal yang barangkali tidak
terlambat datang kepadsaya berkaitan dengan ukhuwah. Saya sadar selamaini saya
mungkin hanya belum siap menerima sebuah kebenaran dikarenakan mungkin ilmu,
iman saya, yang teramat sangat masih terbatas. Sehingga kebenaran, kebaikan
yang akal saya dan hati saya telah sepakat untuk mengakuinya bahkan belum mampu
untuk saya amalkan dengan baik. Saya tahu saat itu kami bersatu, berkawan, dan
bekejasama dalam sebuah organisasi adalah bukan sebuah tanggung jawab biasa.
Disana terpikul sebuah amanah yang membawa pesan-pesan ilahi. Saya sadar. Tapi saya
jahil dan lemah. Saya sadar persahabatan yang terjalin diantara kita adalah
bukan persahabatan biasa, namun persahabatan yang terjalin karena adanya
kesamaan visi dan misi bahwa agama adalah idealisme kita yang harus
diperjuangkan bersama. Saya juga tau, bahwa perhatian yang ada diantara kita,
untuk saling menguatkan satu sama lain adalah semata karena kita sama- sama
ingin menjadi mujahid-mujahidNya.. tapi sekali lagi saya jahil dan lemah, setan
telah memperdayakan saya. Mungkin saya telah mencederai ukhuwah yang selama ini
kita bangun, mungkin semua kebaikan belum saya pahami dengan baik dan
belum meresap dan tertancap kedalam kalbu. Namun saya sangat menyesali
kekurangan saya, kekurangan yang patut saya benci dann saya enyahkan , yaitu
karena saya telah mencampakan sebuah amanah yang telah dipercayakan kepada
pundak ini untuk memikulnya. Allah pasti telah merencanakan semua ini. Namun
sekali lagi saya begitu lemah, saya yang masih setengah hati terjun di dunia
dakwah ini, yang kemudian lari meninggalkan kalian. Tapi saya berusaha berbaik
sangka pada diri saya sendiri, mungkin saya hanya belum siap menerima sebuah
kebenaran yang nyata dan berharga, karena tidak semua orang mendapatinya dan
rela berkorban untuk selalu menggenggam erat kebenaran ini. Yaitu kebenaran
agama Allah.
Akhirnya saya benar-benar meninggalkan
dunia dakwah kampus.. apa yah pendapatNya?
Tapi Dia tau persis kenapa saya
melakukan ini, dan saya Cuma menerka nerka saja, mungkin Allah memahami
keputusan saya, atau mungkin juga Allah sangat murka pada saya.. entahlah..
sebenarnya untuk memutuskan ini, saya terus dan terus berpikir, dan berat
sekali rasanya. Tapi saya merasa disana tidak berguna , dan hanya melukai,
merepotkan yang akhirnya membuat saya tidak enak hati jikalau bertatapmuka
dengan mereka. Betapa piciknya. Dan sayapun berdoa semoga Allah selesaikan
urusan saya. Allah mengabulkan, Dia menempatkan saya pada sebuah lingkungan
baru, yang.. coba tebak?? Hmmm lingkungan ini sungguh teramat jauh bebeda
dengan lingkungan sebelumnya. Pergaulan yang bahkan menjauhkanku dari mendekat
kepadaNya, pergaulan yang selalu merayu dan membujukku untuk lalai kepadaNya.
Astaghfirulah haladzim.. saya begitu sedih dan baru saja menyadari satu hal,
sesuatu yang begitu bermakna apa yang telah kita miliki dahulu namun baru saja
kita sadari setelah kehilangan semua itu. Saya rindu sekali dengan ukhuwah itu.
Rindu ajakan kawan kawan itu.. yang mengajak mengabdi dan berjuang d jalanNya..
rindu sekali ukhuwah islamiyah. Semoga mereka mendengar semoga Allah
menyampaikan kerinduan ini.
Satu pelajaran, Allah maha mendidik. Dia
mengajarkan dengan sempurna bagi mereka yang mau belajar. Lewat hikmah. setiap
peristiwa pasti syarat akan makna tertentu, namun terkadang hawa nafsu kita
menutupi hati kita dari menangkap setiap hikmah atau pelajaran yang tersirat
dalam kehidupan ini.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt